Postingan

Gelap

Dari balik jendela kamar. Memandang risau pada langit yang bertabur bintang. Tak ada kata yang mampu terucap. Selain air mata yang mewakili sebuah perasa. Terdiam kusendiri dalam gelapnya malam. Hanya ditemani detik jam yang angkuh menyapa. Seakan tak perduli dengan sosokku yang nyata. Dalam diam ku termenung. Memandang sosokku pada sebuah cermin. Sosok yang hanya mampu mengagumimu dalam diam. Bersembunyi dibalik topeng sandiwara kelam. Malam yang gelap. Seakan mencerminkan kekosongna dihatiku. Malam yang sunyi. Tak sedikitpun mampu mengalahkan kesunyian dihatiku. Seperti terjebak ! Seperti terperangkap ! Didalam halusinasiku sendiri. Bawa aku dari sini , aku tak ingin berada disini. Aku muak dengan semua kegelapan ini. Beri aku cahaya ! Beri aku suara ! Beri aku kehidupan nyata ! Aku tak mau terus disini, sendiri.. -18 Agustus 2013-

Bagian dari Kenangan :')

Gambar
Tema yang diambil untuk praktek pesta. Kelompok kami dengan BapakIbu guru tercincah :3 Udah kebayangkan sebelumnya gimana ribetnya ngebuat sebuah pesta walau itu cuma praktek kecil bohong-bohongan. pusingnya ngatur ini itu dan terhalang berbagai kendala yang tiba-tiba ada. gimana keselnya di PHPin tukang background, proposal yang belum juga diacc, dan sebagainya. capenya udah nggak usah ditanya lagi, duuuuuh :3 Tapi Alhamdulilah prakteknya bisa selesai, nggak terlalu berharap nilai bagus nggak di remed aja udah syukur :') Liat deh pada cantik-cantik sama ganteng-ganteng kan padahal biasanya kumel-kumel :3 Nanti dimasa depan entah dengan siapa kita semua bakal bercerita tentang ini yang merupakan sebuah bagian dari kenangan. :)

Dia Hidup Dihatimu

“Felix ayo berangkat ke kampus udah siang nih,” suara rasti membuyarkan lamunanku, entah sudah berapa kali aku melamun hari ini, tak seperti biasanya akhir-akhir ini aku benar-benar tak bersemangat. Aku hanya menggelengkan kepala tanpa sedikitpun menoleh ke arah rasti. “lo nunggu apa lagi ?,” lanjut rasti sambil melangkah ke arahku dengan kesal. “gue nunggu Tiar ras,” jawabku sambil terus memandang buku yang terbuka dihadapanku, tanpa sedikitpun ada ke inginan untuk membacanya. “kenapa sih lo masih nunggu tiar, tiar nggak akan dateng!,” “tiar pasti dateng ras, tiar pasti dateng ! dia udah janji dia bakal dateng, dan dia selalu nepatin janjinya, dia selalu dateng buat jemput gue berangkat kuliah!,” airmata mulai mengalir dipipiku, entah sudah berapa banyak airmata yang sudah hadir akhir-akhir ini. Aku benci air mata ! sebanyak apapun aku menangis airmata tak akan pernah membuat semuanya kembali . “felix dengerin gue ! lo harus sadar ! tiar udah nggak ada, tiar udah ada disur...

Dengarkan Aku

Hai Sayang tolong dengarkan aku. Kali ini saja, ada yang ingin aku sampaikan padamu. Kamu tahu? hariku selalu indah saat kamu ada disampingku. Untuk itu datanglah dan duduk sebentar saja disampingku. Aku akan memberitahukanmu segalanya yang tak pernah kamu tahu. Hingga akhirnya semua ragu dapat berlalu. Maaf jika pikirmu aku sungguh sangat lancang, namun hanya ini yang dapat ku lakukan. Hey Sayang untuk sebentar saja tolong dengarkan aku. Aku akan memulai semuanya dari awal, jadi tolong dengarkanlah aku baik-baik. Ini tidak akan menjadi masalah sama sekali; aku harap seperti itu...  Perpisahan hanyalah kata. Tapi semua kembali kepada rasa. Perpisahan sesungguhnya adalah saat hati dan pikiran sudah tak satu, saat cinta sudah dianggap tabu. Namum aku? atau mungkin kita? masih merasa hati ini tetap satu. Tapi untuk kali ini aku hanya merasa kita hanya perlu melangkah sendiri-sendiri. Bukan karena cinta itu telah pergi. Namun, karena rasa tak mampu yang terus menghantui. Hingga...

Tebing

Aku memulai semua dari mimpi. Saat awal aku membuka mata, mimpi itu bisa menjadi nyata. Ini bukanlah suatu hal yang biasa... Aku kembali pada gunung tertinggi. Aku akan berlari pada tebing yang sama. Tebing-tebing yang belum ku selesaikan. Setiap saat harus kudaki, hingga suatu saat nanti aku sampai pada puncaknya. Jangan hanya melihat puncaknya, tapi lihat perjalanannya. Jangan hanya melihat akhirnya, tapi lihat juga luka dan tawa dari prosesnya. Memulai, jatuh, lalu bangkit hingga kita menemukan tempat tertinggi, lalu menghempaskan diri ketempat dimana kita memulai. Bertahan atau terjatuh. Kembali memulai atau malah berakhir. Aku ingat tebing itu belum selesai kudaki...

Terbiasa

Sampai saat ini aku tak terbiasa menjalani hari tanpa ada kabar darimu. Padahal, ini sudah sangat sering terjadi. Tetapi, tetap saja aku tak bisa. Bukankah itu wajar ? Bukankah malah akan menjadi buruk disaat aku terbiasa tanpa adanya kabar darimu ? Jangan sampai hal itu terjadi, jangan biarkan aku terbiasa tanpa ada kabar darimu. Aku takut jika terus seperti ini, kamu terbiasa tanpa adanya komunikasi diantara kita. Sehingga, semua ini menjadi hal yang tidak berarti apa-apa bagimu. Aku takut kamu terbiasa, dan menganggap semuanya biasa. Walaupun hanya satu atau dua pesan singkatmu, setidaknya itu menujukan kamu masih perduli. Hal sederhana namun bermakna.

Kepentok Jarak ( Tentang Rindu)

Rindu itu masih disini, menemaniku disaat kamu tak ada disampingku. 40 hari telah berlalu setelah kamu pergi. Sejauh ini ku rasa semua baik-baik saja. walau aku rasa akhir-akhir ini rasa rindu itu semakin tak bisa ku kendalikan, mungkin karena jarak yang kini terbentang diantara kita diiringi waktu yang tak bisa ditawar lagi. Jarak memang terkadang berubah menjadi sangat jahat, saat tangan kita tak lagi saling menggenggam dan wajah kita tak lagi saling menatap; karena jarak. Terkadang aku merasa bosan sampai akhirnya aku merasa jenuh dengan rinduku sendiri. Rindu ini semakin tak dapat ku kendalikan, rasa rindu ini sering berubah menjadi emosi dan kecemburuan yang berlebihan. Maaf jika terkadang emosiku tak terkandali dan kadar ke egoisan ku kian meningkat, tapi ketahuilah itu adalah bentuk pengungkapan rindu yang tak bisa ku jelaskan. Tak ada satu pun cara untuk membuat rindu ini berkurang, yang ada malah semakin bertambah. Rasa ragu dan curiga yang kini tak dapat lagi ...