Hujan kembali turun, senja yang harusnya jingga kini terpaksa berubah menjadi kelabu. Perpustakaan sekolah yang awalnya sepi, kini mulai ramai oleh tetesan hujan yang jatuh menyentuh atap. Rasanya semakin enggan untukku beranjak dari sini. Bukan karena aku termasuk anak yang rajin, hingga sampai saat ini aku masih bertahan disini. Hanya saja, tempat ini adalah satu-satunya tempat dimana aku bisa mendapatkan ketenangan dan menyembunyikan semua kenangan. Ku alihakan pandanganku dari buku yang tengah ku baca. Dari tempatku duduk kini, aku bisa melihat dengan jelas setiap sudut dari ruang perpustakaan. Sepi... benar-benar sepi. Mungkin, hanya tinggal aku dan penjaga perpus yang ada disini. Ku lihat jam dipergelangan tangan, beberapa menit lagi mau tak mau aku harus segera beranjak dari sini dan kembali ke rumah. Oh iya, rumah... Tempat yang ku tinggali saat ini, masih pantaskah aku menyebutnya rumah? Bukan karena bentuknya yang tak layak tapi, karena keadaan didalamnya. Rumah berl...
Komentar
Posting Komentar